Wednesday, February 3, 2016

REMAJA DALAM REALITAS DAN KUALITAS

created by. Alin Maulani

Ribuan tahun telah berlalu. Sejak zaman menulis di atas batu, hingga sekarang menulis di atas layar tablet. Pada masa sekarang ini, ilmu dan teknologi mengalami perkembangan yang pesat, bahkan mungkin setiap harinya ada saja hal baru yang ditemukan para ilmuwan dan pencipta teknologi. Mereka semakin berpikir kreatif, produktif, dan inovatif, sehingga manusia dapat mengakses apapun dengan mudah, cepat, praktis, dan efisien yang pada akhirnya menimbulkan sifat konsumtif dan individualis.
Perubahan yang dapat dilihat dan didengar sekarang ini dapat dirasakan tidak saja oleh orang yang telah dewasa, tetapi telah menjalar sampai kepada tunas muda yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan membela nama baik bangsa dan negara. Remaja adalah hal yang tidak bisa terlepas dari kemajuan teknologi di masa kini. Remaja merupakan masa-masa yang masih penuh dengan tanda tanya. Dimana mereka mencari jati diri yang bila tidak diarahkan dengan benar, bisa jadi akan menghancurkan masa depannya.
Para remaja sekarang ini disuguhi dengan kenikmatan, kemewahan, dan kebebasan, sehingga mereka hanya terdidik untuk menikmati setiap kemewahan dan menuntut kebebasan. Hal tersebut merupakan cikal bakal lahirnya para remaja yang hidup konsumtif dan berkembang dengan berlandaskan kemalasan. Mereka dapat menjalani keseharian dengan semua hal yang serba instan dan terbiasa untuk tidak berjuang meraih apa yang mereka inginkan. Biasanya keinginan para remaja semakin banyak dan menumpuk, tetapi realisasinya kurang sehingga hanya menjadi khayalan semata. Atau ketika bertemu masalah, mereka lebih memilih diam atau malah memperbesarnya, padahal dengan begitu masalah akan tetap ada bahkan semakin kompleks. Memprihatinkan memang, tapi begitulah fakta yang sering dijumpai pada zaman yang serba ada ini.

            Perilaku-perilaku remaja yang menyimpang membuat mereka melupakan kesaradan penting mengenai tujuan dan cita-cita kehidupan yang seharusnya menjadi motivasi dalam setiap langkah yang dipijak dan setiap keputusan yang diambil. Remaja merupakan sosok bayangan dari calon-calon pemimpin masa depan yang nantinya akan mengendalikan dunia, generasi penerus bangsa yang dapat membuka jendela dunia dan memanfaatkan setiap celahnya menjadi sebuah kemajuan baru, tunas muda yang akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi mengesankan dan membuat bangsanya bangga dengan mereka. Itulah mereka dan hal yang harusnya mereka sadari. Sebagai calon pemimpin, sudah sepatutnyalah mereka bangkit dan tidak lagi terbuai dengan kenikmatan-kenikmatan yang menggairahkan.
            Kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, perhatian dan kurangnya kasih sayang orang tua, penanaman nilai-nilai moral dan minimnya pendidikan agama menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai bentuk kondisi negatif pergaulan remaja yang akrab di mata kini adalah remaja merupakan dunia hura-hura dan dunia suka-suka.
Akan tetapi masih banyak juga remaja yang sadar akan pendidikan agama dan nilai-nilai moral, yang peduli akan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa dan juga tanggung jawabnya terhadap Allah SWT. Saat ini juga banyak  remaja yang seolah berlomba-lomba mencatat prestasi di tingkat masional maupun dunia, mereka telah menunjukan bahwa mampu meraih prestasi sebagai wujud andil mereka terhadap tugas dan tanggung jawab kehidupan bernegara. Demikian pula sering dijumpai remaja-remaja yang bersusah payah mengamalkan agamanya dan aktif di berbagai urusan keagamaan di tengah kebobrokan moral para remaja masa kini. Ternyata masih banyak remaja-remaja berada disudut-sudut mesjid yang aktif mengurus organisasi keagamaan.
Dalam sejarah bangsa Indonesia sebenarnya mempunyai catatan membanggakan tentang peran serta remaja dan pemudanya, seperti misalnya mahasiswa selaku kaum muda menggulirkan reformasi sebagai awal sistem kehidupan berbangsa yang lebih demokratis dan transparan. Peran pemuda memang sangatlah penting, pemuda ibarat ruh baru yang dapat membangkitkan semangat dan memberi energi baru terhadap sistem kehidupan. Demikian pula, peran pemuda pada masa sebelum kemerdekaan, yang bahu-membahu untuk membangun dan mengembangkan kesadaran tentang pentingnya kemerdekaan dan membebaskan diri dari belenggu penjajah.
Andai saja para remaja sekarang mau menyadari segala yang dilakukannya akan berdampak pada masa depannya, misalnya dimulai dari mengikuti organisasi yang bergerak di bidang yang positif agar kehidupannya terarah. Seperti jejak Nabi Muhammad saw yang waktu remaja sudah mengikuti perkumpulan anti-maksiat di zamannya yang padahal sewaktu itu maksiat merupakan hal yang populer, namanya Hilful-Fudhl. Atau Usamah ibn Zaid, cucu angkatnya rasulullah saw yang usianya masih 17 tahun Ia sudah dapat menjadi jendral yang memimpin seluruh kaum muslimin melawan bangsa Romawi-Byzantium yang pada saat itu adalah Negara adikuasa, kalau sekarang mungkin ‘Amerika’nya.


Remaja dan masa depan merupakan hal yang berhubungan. Sebagaimana seharusnya remaja mempergunakan waktu luangnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan berharga, bukan hanya duduk tenang membuang-buang waktu dihadapan laptop, hp, atau televisi. Sebagaimana seharusnya setiap remaja bertanggung jawab atas beban di pundaknya sebagai generasi bangsa. Sebagaimana seharusnya remaja mengatasi setiap masalah yang dihadapinya dan berinisiatif mencari solusi yang kemudian direalisasikan. Sebagaimana seharusnya remaja terus berpikir positif akan potensi yang dimilikinya dan berhenti meracuni dirinya dengan berbagai hal yang semakin merusak moral. Dan yang terakhir namun terpenting adalah sebagaimana remaja yang terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri dan terhindar dari hal-hal yang dapat merusak kehidupannya. Inilah bagian dari warna warni kehidupan remaja dan pilihan tetap ada pada diri remaja sendiri.

0 comments:

Post a Comment