created by. Alin Maulani
Perubahan
yang dapat dilihat dan didengar sekarang ini dapat dirasakan tidak saja oleh
orang yang telah dewasa, tetapi telah menjalar sampai kepada tunas muda yang
diharapkan dapat melanjutkan perjuangan membela nama baik bangsa dan negara.
Remaja adalah hal yang tidak bisa terlepas dari kemajuan teknologi di masa
kini. Remaja merupakan masa-masa yang masih penuh dengan tanda tanya. Dimana
mereka mencari jati diri yang bila tidak diarahkan dengan benar, bisa jadi akan
menghancurkan masa depannya.
Para
remaja sekarang ini disuguhi dengan kenikmatan, kemewahan, dan kebebasan,
sehingga mereka hanya terdidik untuk menikmati setiap kemewahan dan menuntut
kebebasan. Hal tersebut merupakan cikal bakal lahirnya para remaja yang hidup
konsumtif dan berkembang dengan berlandaskan kemalasan. Mereka dapat menjalani
keseharian dengan semua hal yang serba instan dan terbiasa untuk tidak berjuang
meraih apa yang mereka inginkan. Biasanya keinginan para remaja semakin banyak
dan menumpuk, tetapi realisasinya kurang sehingga hanya menjadi khayalan
semata. Atau ketika bertemu masalah, mereka lebih memilih diam atau malah
memperbesarnya, padahal dengan begitu masalah akan tetap ada bahkan semakin
kompleks. Memprihatinkan memang, tapi begitulah fakta yang sering dijumpai pada
zaman yang serba ada ini.

Perilaku-perilaku remaja yang menyimpang membuat mereka
melupakan kesaradan penting mengenai tujuan dan cita-cita kehidupan yang
seharusnya menjadi motivasi dalam setiap langkah yang dipijak dan setiap
keputusan yang diambil. Remaja merupakan sosok bayangan dari calon-calon
pemimpin masa depan yang nantinya akan mengendalikan dunia, generasi penerus
bangsa yang dapat membuka jendela dunia dan memanfaatkan setiap celahnya
menjadi sebuah kemajuan baru, tunas muda yang akan tumbuh dan berkembang
menjadi pribadi-pribadi mengesankan dan membuat bangsanya bangga dengan mereka.
Itulah mereka dan hal yang harusnya mereka sadari. Sebagai calon pemimpin,
sudah sepatutnyalah mereka bangkit dan tidak lagi terbuai dengan kenikmatan-kenikmatan
yang menggairahkan.
Kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, perhatian dan
kurangnya kasih sayang orang tua, penanaman nilai-nilai moral dan minimnya
pendidikan agama menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai bentuk kondisi
negatif pergaulan remaja yang akrab di mata kini adalah remaja merupakan dunia
hura-hura dan dunia suka-suka.
Akan
tetapi masih banyak juga remaja yang sadar akan pendidikan agama dan
nilai-nilai moral, yang peduli akan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus
bangsa dan juga tanggung jawabnya terhadap Allah SWT. Saat ini juga
banyak remaja yang seolah berlomba-lomba mencatat prestasi di tingkat
masional maupun dunia, mereka telah menunjukan bahwa mampu meraih prestasi
sebagai wujud andil mereka terhadap tugas dan tanggung jawab kehidupan
bernegara. Demikian pula sering dijumpai remaja-remaja yang bersusah payah
mengamalkan agamanya dan aktif di berbagai urusan keagamaan di tengah
kebobrokan moral para remaja masa kini. Ternyata masih banyak remaja-remaja
berada disudut-sudut mesjid yang aktif mengurus organisasi keagamaan.
Dalam
sejarah bangsa Indonesia sebenarnya mempunyai catatan membanggakan tentang
peran serta remaja dan pemudanya, seperti misalnya mahasiswa selaku kaum muda
menggulirkan reformasi sebagai awal sistem kehidupan berbangsa yang lebih
demokratis dan transparan. Peran pemuda memang sangatlah penting, pemuda ibarat
ruh baru yang dapat membangkitkan semangat dan memberi energi baru terhadap
sistem kehidupan. Demikian pula, peran pemuda pada masa sebelum kemerdekaan,
yang bahu-membahu untuk membangun dan mengembangkan kesadaran tentang
pentingnya kemerdekaan dan membebaskan diri dari belenggu penjajah.
Andai saja para remaja sekarang mau
menyadari segala yang dilakukannya akan berdampak pada masa depannya, misalnya
dimulai dari mengikuti organisasi yang bergerak di bidang yang positif agar
kehidupannya terarah. Seperti jejak Nabi Muhammad saw yang waktu remaja sudah
mengikuti perkumpulan anti-maksiat di zamannya yang padahal sewaktu itu maksiat
merupakan hal yang populer, namanya Hilful-Fudhl. Atau Usamah ibn Zaid,
cucu angkatnya rasulullah saw yang usianya masih 17 tahun Ia sudah dapat
menjadi jendral yang memimpin seluruh kaum muslimin melawan bangsa
Romawi-Byzantium yang pada saat itu adalah Negara adikuasa, kalau sekarang
mungkin ‘Amerika’nya.
Remaja dan masa depan merupakan
hal yang berhubungan. Sebagaimana seharusnya remaja mempergunakan waktu
luangnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan berharga, bukan hanya duduk
tenang membuang-buang waktu dihadapan laptop, hp, atau televisi. Sebagaimana
seharusnya setiap remaja bertanggung jawab atas beban di pundaknya sebagai
generasi bangsa. Sebagaimana seharusnya remaja mengatasi setiap masalah yang
dihadapinya dan berinisiatif mencari solusi yang kemudian direalisasikan.
Sebagaimana seharusnya remaja terus berpikir positif akan potensi yang
dimilikinya dan berhenti meracuni dirinya dengan berbagai hal yang semakin
merusak moral. Dan yang terakhir namun terpenting adalah sebagaimana remaja
yang terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT untuk
mendekatkan diri dan terhindar dari hal-hal yang dapat merusak kehidupannya. Inilah
bagian dari warna warni kehidupan remaja dan pilihan tetap ada pada diri remaja
sendiri.
0 comments:
Post a Comment